Sabtu, 08 Oktober 2011

BUMI SEBAGAI TEMPAT TINGGAL


BUMI SEBAGAI TEMPAT TINGGAL



1.  Vegetasi Flora
Pembagian Jenis Flora di Dunia
a.      Flora yang hidup di darat
Secara umum flora yang hidup di daratan dapat diklasifikasikan atas Hutan, Sabana, Stepa, dan Gurun.
Hutan
Berdasarkan keadaan tumbuh-tumbuhannya, dibagi atas :
·         Hutan Hujan Tropis, terdapat di daerah sekitar khatulistiwa (antara garis 10º LU - 10º LS dengan curah hujan yang tinggi).
Ciri-ciri :
-      Pohonnya tinggi dan lebat/rapat
-      Jenisnya sangat bervariasi (heterogen) dan selalu hijau
-      Terdapat jenis-jenis flora Epiphyt (tumbuhan yang menempel) seperti anggrek, rotan, jamur, dan lumut.
Adanya tumbuhan ini menandakan kelembaban udara sangat tinggi.
Contohnya : hutan-hutan di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Irian, Jawa), Brasilia (Amazone), India, Amerika Tengah (Florida) dan Karibia.
·         Hutan Musim, terdapat di wilayah-wilayah yang mempunyai musim kering (kemarau) dan musim hujan.
Ciri-ciri :
-      Biasanya meranggaskan daun-daunnya pada musim kering (kemarau)
-      Pohon-pohonnya lebih jarang
-      Tidak terlalu tinggi
-      Jumlah spesiesnya tidak begitu banyak, sehingga sinar matahari sampai ke tanah
Contohnya : hutan di India, Asia Tenggara termasuk Indonesia (Jawa Timur, Sulawesi, Nusa Tenggara).
·         Hutan Hujan Daerah Sedang, terdapat di daerah-daerah pantai sebelah Barat dari garis lintang 35º - 56º di belahan bumi Utara dan Selatan, wilayah antara garis lintang 25º - 40º lintang Utara dan Selatan, wilayah dataran tinggi zone ekuatorial dan tropis.
Ciri-ciri :
-      Daunnya selalu hijau
-      Kurang rimbun
-      spesiesnya tidak banyak
-      Pohonnya tidak begitu tinggi
-      Daunnya lebih kecil
-      Tidak banyak terdapat semak
Vegetasi yang khas : pakis, agthis, palem, bambu, dan belukar.
Terdapat di Amerika Serikat dan Eropa yang beriklim Kontinen (benua).
·         Hutan Rontok Daerah Sedang, terdapat di wilayah yamg mempunyai iklim yang sangat dingin (winter) dan iklim yang relatif hangat (summer) yaitu di Amerika Utara dan Eropa Barat.
Vegetasi yang khas : pohon-pohon tinggi seperti cemara dan pinus      serta pohon-pohon kecil (perdu).
·         Hutan berdaun Jarum, terdapat di daerah-daerah di atas lintang 60º seperti di Kanada Utara, Siberia dan pegunungan tinggi wilayah tropikal.
Tumbuhannya : pinus, larix, dan Sequoia yang merupakan pohon yang terbesar di dunia, terdapat di California. Pohon ini mencapai ketinggian 100 m, diameter batangnya 4,5 – 10 m.
·         Hutan Berkayu Keras, terdapat di daerah iklim mediteranean (pantai Barat antara lintang 30º - 40º).
Ciri-cirinya :
-      Daunnya selalu hijau
-      Pohon tidak terlalu tinggi namun berkayu dan berdaun keras
Contohnya : pohon Oak atau Zaitun

Sabana
Sabana : padang rumput yang diselingi oleh pepohonan baik besar maupun kecil (semak).
Terdapat di Australia, Brasilia, Venezuela, dan Indonesia (di Aceh disebut Blang dan Nusa Tenggara).
Stepa
Stepa : padang rumput yang luas dengan diselingi oleh pohon-pohon perdu, membentang dari daerah tropis sampai daerah subtropics yang curah hujannya tidak teratur dan sulit mendapatkan air.
Terdapat di Australia, Argentina, Brasilia, Amerika Serikat, dan Afrika Utara. Di Amerika Serikat dinamakan Poeszta, dan di Brasilia disebut Campos.

Tundra
Tundra : rumput kerdil yang tahan dengan suhu yang sangat dingin.
Terdapat di daerah yang berbatasan dengan kutub dimana suhu udara sangat dingin seperti Rusia Utara, Kanada Utara, Norwegia, dan Finlandia.
Contohnya : lumut
Gurun
Gurun : daerah yang tidak mudah bagi tanaman untuk dapat tumbuh.
Karena sangat panas pada siang hari, membeku pada malam hari dan kekurangan air.
Hujan sekitar setahu sekali sehingga jenis tanaman yang hidup disana adalah jenis tumbuhan yang tahan terhadap kekeringan seperti pohon kaktus dan beberapa jenis rumput berduri.
Gurun Sahara di Afrika merupakan gurun terbesar di dunia. Lainnya antara lain adalah di Saudi Arabia, Australia, Turkestan, Peru (Gurun Atacama), Pakistan, dan Mongolia (Gurun Gobi).
Suhu udara di siang hari dapat mencapai 40ºC. Selain gurun di daerah panas, terdapat gurun dingin di daerah Arktik sekitar 84º Lu yang merupakan daerah tertutup salju abadi. Vegetasi yang dapat tumbuh : jenis lumut dan rumput kerdil.
b.      Flora yang hidup di air tawar
Jenis tumbuhannya : enceng gondok, ganggang, teratai, lumut, dan talas.
Ada juga tumbuhan yang dapat hidup di air tawar maupun air asin yaitu tumbuhan bakau dan nipah.
c.       Flora yang hidup di air asin
Terdapat di dasar laut perairan dangkal dimana sinar matahari dapat tembus sampai ke dasar laut. Tumbuhannya : rumput laut; lumut dan ganggang; fitoplankton, hanya dapat dilihat dengan mikroskop karena sangat kecil.
Pembagian Jenis Flora di Indonesia
Flora di Indonesia memiliki ciri-ciri :
-      Selalu hijau sepanjang tahun
-      Hanya sebagian kecil yang memperlihatkan adanya musim gugur
-      Jumlah spesiesnya banyak
-      Banyak tumbuhan endemic
Jenis dan persebaran flora di Indonesia didasarkan atas beberapa factor yaitu factor geologi dan factor iklim serta ketinggian tempat pada muka bumi.
Jenis Flora berdasarkan Faktor Geologi
1.      Flora di daerah Dataran Sundam
2.      Flora di daerah Dataran Sahul
Disebut juga flora Australis, karena jenis floranya mirip dengan flora di benua Australia.
Dataran Sahul memiliki corak hutan Hujan Tropik tipe Australia Utara, yang ciri-cirinya :
-      Sangat lebat dan selalu hijau sepanjang tahun
-      Tumbuh beribu-ribu jenis tumbuh-tumbuhan dari yang besar dan tingginya mencapai lebih dari 50 m
-      Berdaun lebat sehingga matahari sukar menembus ke permukaan tanah
-      Tumbuhan kecil yang hidupnya merambat
Di daerah pantai banyak kita jumpai hutan mangrove dan pandan, di daerah rawa terdapat sagu untuk bahan makanan. Di daerah pegunungan terdapat tumbuhan Rhododendron yang merupakan tumbuhan endemic daerah ini.
3.      Flora di daerah Peralihan
Disebut daerah peralihan karena flora di daerah peralihan, sebagai contoh yaitu flora di Sulawesi, mempunyai kemiripan dengan flora daerah kering di Maluku, Nusa Tenggara, Jawa, dan Filipina. Di kawasan pegunungannya terdapat jenis tumbuhan yang mirip dengan tumbuhan di Kalimantan. Di kawasan pantai dan dataran rendahnya mirip dengan tumbuhan di Irian Jaya. Corak vegetasi yang terdapat di daerah Peralihan meliputi : Vegetasi Sabana Tropik di Kepulauan Nusa Tenggara, Hutan pegunungan di Sulawesi dan Hutan Campuran di Maluku.

2.  Fauna
Pembagian Jenis Fauna di Dunia
Persebaran hewan di muka bumi ini didasarkan oleh factor fisiografik, klimatik dan biotic yang berbeda antara wilayah yang satu dengan lainnya, sehingga menyebabkan perbedaan jenis hewan di suatu wilayah. Factor sejarah geologi juga mempengaruhi persebaran hewan di wilayah tertentu karena wilayah tersebut pernah menjadi satu.
Pada tahun 1876 Alfred Russel Wallace membagi persebaran fauna, yaitu :
Wilayah Nearktik
Meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah ayam kalkun liar, tikus berkantung di Gurun Pasifik Timur, bison, muskox, caribou, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah Palearktik seperti: kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing.

Wilayah Neotropikal
Meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropic dan bagian Selatan beriklim sedang. Hewan endemiknya : ikan Piranha dan Belutlistrik di Sungai Amazone, Lama (sejenis unta) di padang pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Wilayah ini terkenal dengan wilayah fauna Vertebrata karena jenisnya yang sangat beranekaragam dan spesifik, seperti beberapa spesies monyet, trenggiling, beberapa jenis reptile seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung, dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.
Wilayah Oriental
Meliputi kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat. Hewan yang khas : harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu.
Hewan lainnya : badak bercula dua, gajah, beruang, antilop berbagai jenis reptile, dan ikan. Jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian: kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan dengan Afrika.
Wilayah Australian
Mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Hewan yang khas : kanguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis mamalia bertelur), beberapa jenis burung (seperti burung cendrawasih, burung kasuari), burung kakaktua, dan betet, kelompok reptile (buaya, kura-kura, ulat piton).
Wilayah Oceanik
Di kawasan kepulauan di Samudra Pasifik. Wilayah ini merupakan pengembangan dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi fauna tertentu. Oleh karena itu jenis faunanya hampir sama dengan wilayah Australian.

Wilayah Antartik
Mencakup di kawasan Kutub Selatan. Jenis fauna yang hidup di wilayah ini memiliki bulu lebat dan mampu menahan dingin, misalnya rusa kutub, burung pingguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.
Pembagian Jenis Fauna di Indonesia
Fauna Asiatis (Oriental)
Tersebar di bagian Barat meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Daerah ini disebut juga daerah fauna dataran Sunda.
Fauna Asiatis : gajah India di Sumatera, harimau di Jawa, Sumatera, Bali, badak bercula dua di Sumatera dan Kalimantan, Kancil di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan beruang madu di Sumatera dan Kalimantan.
Fauna endemic : badak bercula satu di Ujung Kulon Jawa Barat, Beo Nias di Kabupaten Nias, Bekantan/Kera Belanda dan Orang Utan di Kalimantan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar