Laman

Sabtu, 08 Oktober 2011

PLANET BUMI, PETA, ATLAS



BAGAN BAGIAN-BAGIAN PETA
BAGAN KOMPONEN-KOMPONEN ATLAS

BAGAN PEMBAGIAN ATLAS BERDASARKAN JENISNYA
PLANET BUMI, PETA, ATLAS
4.1.    Orbit, Rotasi, dan Globe
          Tata surya adalah matahari dan semuanya yang berpengaruh oleh gravitasi matahari yang mengorbit di sekelilingnya. Orbit planet tidak bundar melainkan oval yang disebut elips. Semua planet kecuali Pluto mengorbit matahari dengan jalur yang sama.
            Orbit planet Pluto miring ke jalur lain dan sebenarnya melintasi orbit planet Neptunus. Antara tahun 1979 dan 1999 Neptunus adalah planet terjauh dari matahari. Pada tahun 1999 pluto akan bergerak lebih jauh dari orbit Neptunus dan Neptunus akan menjadi planet ke delapan selama 288 tahun berikutnya. Karena hal ini, planet Pluto dianggap tidak memiliki asal usul yang sama dengan planet-planet lainnya. Menurut para ahli ilmuan Astronomi yang bergabung dengan International Astronomical Union (IAU) tahun 2006 memutuskan untuk mengeliminasi planet Pluto dari system tata surya.
Rotasi Bumi
            Rotasi bumi adalah bum berputar pada porosnya.
Pengaruh Rotasi Bumi
            Rotasi bumi mengakibatkan terjadinya siang dan malam.
            Bumi berputar pada porosnya dengan kemiringan bumi 23½º dari garis tegak lurus pada ekliptika, yaitu bidang tempat bumi beredar.
            Matahari terbit di sebelah timur dan bergerak ke sebelah barat. Gerakan matahari yang demikian disebut gerak semu harian. Gerak yang demikian tidak saja dialami oleh matahari, tetapi juga dialami oleh semua benda langit lain seperti bintang-bintang dan bulan. Pada malam hari, jika kamu perhatikan dengan cermat, maka bulan dan bintang pun terlihat bergerak dari timur ke barat. Dari pengamatan ini, bisa disimpulkan bahwa bumi berotasi dari barat ke timur.
            Mengapa waktu Indonesia Timur lebih dahulu (berbeda) dari Waktu Indonesia Barat?
            Satu kali putaran bumi di sumbunya membutuhkan waktu 24 jam. Bumi dibagi menjadi 360º bujur. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan bumi untuk berputar sejauh 1º adalah 24 jam x 60 menit (1 jam) : 360 = 1.440 menit : 360 = 4 menit. Jadi, setiap tempat di bumi yang berbeda derajat bujurnya 15º mempunyai selisih waktu 15 x 4 menit = 1 jam.
Revolusi Bumi
a.      Bumi Beredar Mengelilingi Matahari
Selain berotasi, bumi juga mengelilingi matahari. Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi. Waktu yang diperlukan bumi untuk mengitari matahari satu kali adalah 365 hari (1 tahun). Besar kemiringan sumbu bumi selama revolusi adalah 23½º dari garis tegak lurus pada ekliptika.
b.      Pengaruh Revolusi Bumi
Revolusi bumi mengakibatkan terjadinya perubahan musim di bumi. Perubahan musim terutama terjadi di belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Sementara untuk bagian (daerah) yang letaknya di sekitar khatulistiwa, misalnya Indonesia, perubahan musim tidak terlalu jelas dirasakan. Daerah ini selalu menerima pancaran sinar matahari yang hampir sama sepanjang waktu.
Waktu
Belahan Bumi Utara
Belahan Bumi Selatan
21 Maret – 21 juni
Musim semi
Musim gugur
21 Juni – 23 September
Musim Panas
Musim dingin
23 September – 21 Desember
Musim gugur
Musim semi
21 Desember – 21 Maret
Musim dingin
Musim panas
c.       Pengaruh Revolusi Bulan
Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya musim di bumi akan tetapi, perubahan musim ini terjadi di belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
d.      Rotasi Bulan
Bulan berputar pada sumbunya membutuhkan waktu kira-kira satu bulan sekitar 28-31 hari sama dengan waktu revolusi mengelilingi bumi.

4.2.   Peta, Skala peta dan Simbol
1.      Peta
Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil, sebagaimana terlihat dari atas dengan ditambah tulisan dan simbol-simbol. Dengan kata lain, peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi, atau gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala. Supaya mudah dibaca, peta diberi tulisan dan simbol-simbol. Pengetahuan khusus yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi, sedangkan orang yang ahli dalam bidang perpetaan disebut kartograf.
2.      Bagian-bagian Peta
Bagian-bagian peta yang pokok antara lain:
a.      Judul Peta
Peta harus diberi judul yang mencerminkan isi dan tipe peta. Judul dapat diletakkan di sembarang tempat asal tidak mengganggu peta utama. Kemungkinan judul dapat diletakkan pada bagian atas tengah dan di luar peta pokok, bagian atas kiri atau kanan di luar peta pokok atau sembarang tempat dalam peta tetapi di luar peta pokok.
b.      Garis Astronomis
Berguna untuk menentukan lokasi atau posisi suatu tempat. Biasanya hanya dibuat tanda di tepi atau pada garis tepi dengan menunjukkan angka derajat (º), menit (‘), dan detik (“) tanpa membuat garis bujur (longitude) atau lintang (altitude).
c.       Inset
Inset menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukannya dengan daerah sekitar yang lebih luas. Contoh : misalkan kita menggambar peta daerah Gundaling.
Untuk mengetahui dimana kedudukan daerah tersebut, maka pada pojok bawah atau pada tempat yang kosong kita buat peta Sumatera Utara, dengan Gundaling tergambar di dalamnya sesuai kedudukan yang sebenarnya. Tujuan memberikan inset adalah untuk memperjelas salah satu bagian dari peta dan untuk menunjukkan lokasi yang penting, tetapi kurang jelas dalam peta.
d.      Garis Tepi Peta
Garis tepi peta sebaiknya dibuat rangkap. Garis tepi ini dapat membantu waktu membuat peta, pulau, kota, ataupun wilayah yang dimaksud tepat di tengah-tengahnya.
e.       Skala Peta
Skala peta merupakan angka yang menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya. Penulisan skala diletakkan di bawah judul peta. Misalnya skala 1:50.000. ini berarti bahwa jarak sebenarnya di lapangan untuk 1 cm dalam peta, sama dengan 50.000 cm (50 m) di lapangan.
f.       Sumber peta dan tahun pembuatan peta
Sumber peta dicantumkan supaya pembaca tahu dari mana sumber peta ini diperoleh. Tahun pembuatan, sangat diperlukan terutama pada peta-peta yang menggambarkan data yang mudah berubah, misalnya peta hasil pertanian, peta penyebaran penduduk.
g.      Petunjuk arah mata angin
Dengan petunjuk arah ini pembaca dapat mengetahui arah utara, selatan, barat, dan timur pada peta. Petunjuk arah mata angin letaknya di sebelah kiri atas atau bawah peta.
h.      Simbol peta
Simbol peta merupakan tanda-tanda konvensional yang umum digunakan untuk mewakili keadaan yang sebenarnya. Simbol peta dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
·         Simbol titik melambangkan ketinggian, tanaman, monument
·         Simbol garis melambangkan sungai, jalan, jalan kereta api, batas wilayah administrasi
·         Simbol area melambangkan pemukiman, areal pertanian, perkebunan



i.        Warna peta
Warna dalam peta mencirikan keadaan objek tertentu, misalnya : warna biru untuk lautan atau perairan, hijau untuk daratan rendah, kuning untuk daratan tinggi, coklat untuk pegunungan atau gunung yang tinggi, merah untuk bentang hasil budi daya manusia, dan putih untuk puncak pegunungan salju. Dalam penggunaan warna ada kalanya menggunakan warna, ada kalanya menggunakan warna gradul, artinya warnanya sama tetapi tua mudanya berbeda. Contohnya: laut memakai warna biru, dengan segala variasi pencampuran warna. Semakin dalam lautnya maka warna yang dipakai semakin biru.
j.        Legenda
Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol agar lebih mudah dibaca. Legenda letaknya di sisi kiri atau kanan bawah suatu peta dan sebaiknya di dalam garis tepi peta.
k.      Lettering
Lettering adalah semua tulisan dan angka-angka, untuk mempertegas arti dari simbol-simbol yang ada. Lettering jangan terlalu banyak dan biasanya ditulis dengan huruf cetak kecil.
Skala Peta
Skala peta berguna untuk membandingkan jarak dua titik di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Skala terdiri dari skala angka dan skala grafik.
a.      Skala angka
Skala angka adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk angka.
Contoh : 1:1.000.000 sama dengan            1               artinya setiap satu
                                          1.000.000
sentimeter jarak pada peta sama dengan satu juta sentimeter atau sepuluh kilometer pada jarak yang sebenarnya di permukaan Bumi. Dengan kata lain, peta tersebut diperkecil 1.000.000 kali.



b.      Skala grafik
Skala grafik adalah ukuran panjang pada sebuah garis untuk menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya.
Contoh : 0       1                                              5 cm
                           0       10                                            50 km
                           Artinya setiap satu sentimeter di peta sama dengan sepuluh kilometer di permukaan bumi.
Skala peta dibagi menjadi 5, yaitu berikut ini.
1)      Skala kadaster, yaitu 1:100 sampai dengan 1:5.000
2)      Skala besar, yaitu 1:5.000 sampai dengan 1:250.000
3)      Skala sedang, yaitu 1:250.000 sampai dengan 1:500.000
4)      Skala kecil, yaitu 1:500.000 sampai dengan 1:1.000.000
5)      Skala geografis, yaitu 1:1.000.000 ke atas
c.       Memperbesar dan Memperkecil Peta
Memperbesar Peta
1.      Buat garis-garis vertikal dan garis-garis horizontal pada kertas tempat memperbesar peta. Apabila kita ingin memperbesar dua kali maka jarak antar garis horizontal dan antar garis vertikal pada kertas tempat memperbesar peta menjadi dua kali garis-garis pada peta asli.
2.      Tuliskan huruf A,B,C, dan seterusnya di antara garis-garis vertical pada tepi atas atau bawah dari kiri ke kanan dan angka 1,2,3 dan seterusnya di antara garis-garis horizontal pada tepi kanan atau kiri dari atas ke bawah, baik pada peta asli maupun pada kertas tempat memperbesar peta.
3.      Pindahkan kenampakan yang ada pada peta asli ke kertas tempat memperbesar peta. Gambarkan bentuk-bentuk pada peta kotak demi kotak.



Apabila peta diperbesar N kali maka skala pada peta yang baru berubah menjadi 1 dibanding skala peta asli dibagi bilangan N. Misalnya, apabila skala pada peta asli 1:1.000.000 kemudian diperbesar 2x maka skala pada peta yang baru akan berubah menjadi 1:1.000.000 : 2 = 1:500.000
Memperkecil peta
Bila memperkecil peta, misalnya ½ kali dari peta semula atau peta asli maka jarak garis-garis vertical dan garis-garis horizontal pada kertas tempat memindahkan peta juga harus diperkecil ½ kali dari jarak garis-garis yang ada pada peta asli. Apabila pada peta asli jarak garis-garis vertical dan garis-garis horizontalnya 1 cm maka dalam kertas tempat memperkecil pata menjadi 0,5 cm. Cara selanjutnya sama dengan langkah dalam memperbesar peta. Bila peta diperkecil, maka skalanya juga berubah.
Peta yang diperkecil N kali, skala peta yang  baru akan berubah menjadi satu dibanding skala peta asli dikalikan dengan penyebut bilangan N. Misalnya skala pada peta asli 1:1.000.000 apabila diperkecil ½kali maka skala pada peta yang baru berubah menjadi 1: (1.000.000 x 2) atau 1:2.000.000.



Simbol peta
KETERANGAN
SIMBOL
Jalan besar

Jalan lebih kecil

Jalan setapak

Sungai besar

Sungai lebih kecil

Kota besar

Kota Kecil

Ibu kota Negara

Lapangan terbang

Jalan kereta api

Batas wilayah

Gunung

Gunung berapi

Pelabuhan

Candi

Daerah Tambang

Meander

Rawa ada tanamannya

         Contoh simbol peta



4.3.   Atlas
1.      Pengertian Atlas dan Syarat Atlas
Atlas adalah kumpulan peta yang dibuat dalam bentuk buku. Atlas yang baik hendaknya mudah dimengerti dan tidak membingungkan bagi pengguna.
2.      Judul Atlas
Judul atlas diletakkan di halaman sampul dan harus berhubungan dengan isi atlas. Sebagai contoh yaitu Atlas Indonesia. Karena judulnya Atlas Indonesia maka atlas tersebut antara lain memuat peta Indonesia, peta pulau-pulau di Indonesia, dan peta provinsi-provinsi di Indonesia.
3.      Tahun Pembuatan Atlas
Tahun pembuatan atlas yang berbeda akan menyajikan informasi yang berbeda pula, terutama yang berhubungan dengan data yang sifatnya dinamis. Tahun pembuatan atlas biasanya ditulis setelah nama penerbit, misalnya Atlas persada, diterbitkan oleh PT Yudhistira,2000.
4.      Daftar Isi
Daftar isi menunjukkan judul-judul peta dan halamannya yang ada dalam atlas. Daftar isi memudahkan penggunaan dalam mencari peta yang dibutuhkan.
5.      Legenda
Legenda digunakan untuk menunjukkan arti simbol yang digunakan pada peta yang ada dalam atlas. Legenda biasanya diletakkan di halaman awal sebelum peta-peta pokok.
6.      Indeks
Indeks berguna untuk memudahkan dalam mencari letak sebuah kota, gunung, pulau, sungai, atau unsur-unsur geografis yang lain. Unsur-unsur geografi tersebut disusun dalam kelompok-kelompok tertentu, misalnya ada kelompok kota, kelompok gunung, kelompok pulau, kelompok danau, dan kelompok laut. Ada pula penulisan nama-nama unsur geografi tersebut diurutkan sesuai dengan abjadnya.
Jenis Atlas
Berdasarkan jenisnya atlas dibagi menjadi tiga, yaitu atlas umum, khusus, dan semesta.
1)      Atlas umum
Atlas jenis ini memberikan informasi secara umum tentang objek geografis di permukaan bumi. Yang termasuk dalam jenis atlas umum yaitu berikut ini.
a)      Atlas Dunia, memaparkan keadaan benua-benua di seluruh dunia
b)      Atlas Nasional, memaparkan keadaan suatu Negara
2)      Atlas khusus
Atlas jenis ini memberikan satu jenis informasi saja sesuai dengan judulnya. Contoh atlas jenis khusus yaitu berikut ini.
a)      Atlas Sejarah, memaparkan peristiwa-peristiwa sejarah
b)      Atlas Geologi, memaparkan keadaan geologi atau batuan
3)      Atlas semesta
Atlas jenis ini memaparkan keadaan semesta antara lain berhubungan dengan tata surya, galaksi, perbintangan, dan peredaran benda angkasa.
Penggunaan Atlas
Atlas dapat digunakan antara lain untuk keperluan berikut ini.
a.       Mencari letak suatu objek geografi, misalnya Negara, provinsi, dan kota.
b.      Mencari informasi tentang keadaan sosial dan ekonomi suatu daerah atau Negara, misalnya yang berhubungan dengan hasil bumi dan kepadatan penduduk.
c.       Mencari informasi tentang keadaan alam, misalnya yang berhubungan dengan iklim, flora, dan fauna.
d.      Mencari informasi tentang keadaan budaya, misalnya yang berhubungan dengan pendidikan dan persebaran benda-benda sejarah.


4.4.   Globe
1.      Pengertian Globe
Globe adalah tiruan bola Bumi yang diperkecil dan menggambarkan bentuk Bumi yang sebenarnya. Globe juga dicantumkan jari-jari garis lintang maupun garis bujur. Ekuator membagi bola Bumi menjadi dua bagian utara dan selatan yang sama besar. Agar mendapatkan informasi yang sebenarnya dari globe, maka pemasangan globe yang benar yaitu diletakkan miring membentuk sudut sebesar 66½º dari bidang ekliptika. Pemasangan globe seperti ini menunjukkan pula posisi (kedudukan) Bumi yang sebenarnya.
2.      Penggunaan Globe
Globe dapat memberikan bermacam-macam informasi,antara lain.
a.       Menunjukkan bentuk Bumi yang sebenarnya dan memperlihatkan permukaan secara utuh
b.      Menunjukkan sistem pembagian garis lintang dan garis bujur serta besarnya lingkaran garis lintang
c.       Menunjukkan jarak antar garis bujur bahwa semakin mendekat kutub semakin pendek, bertemu dan saling perpotongan di kutub
d.      Memperagakan terjadinya siang dan malam
e.       Memperagakan gerak rotasi Bumi

OBJEK KAJIAN GEOGRAFI


OBJEK KAJIAN GEOGRAFI
A.   Objek Studi dan Pengamatan Gejala Geografi

Objek studi geografi dapat dipilah menjadi 2 (dua) bagian yaitu :
1.         Objek Material adalah sasaran yang menjadi perhatian dalam penyelidikan.
2.         Objek Formal adalah cara pendekatan dalam penyelidikan terhadap objek yang sedang menjadi pusat perhatiannya.
Ada 3 (tiga) cara pendekatan dalam penyelidikan geografi yaitu :
Pertama   : Cara penyelidikan atau pengamatan yang menitikberatkan                pada kaitan gejala di suatu tempat atau tempat yang sama                                 atau yang lain di suatu tempat atau tempat lain:                                            pendekatan ini dikenal dengan pendekatan Keruangan.
Kedua      : Cara pengamatan terhadap sesuatu gejala yang berada di                              suatu tempat, dalam hal ini gejala social, dengan mencari                                   hubungan atau kaitan dengan gejala alam di tempat yang                                   sama; pendekatan ini dikenal dengan pendekatan                                   Lingkungan.

Ketiga      : Cara pengamatan dengan memusatkan perhatian pada                                  suatu wilayah tertentu. Wilayah tersebut berupa dusun,                                      desa, kecamatan, kabupaten dan seterusnya. Pengamatan                             dilakukan dengan mencari kaitan berbagai gejala yang ada                    dalam wilayah yang menjadi pusat perhatian. Kemudian                              gejala atau gejala-gejala dalam wilayah itu diamati                                       kaitannya dengan gejala yang berada di luar wilayah                               tersebut. Dasar cara pengamatan yang ketiga ini                                            merupakan penggabungan dengan cara pendekatan yang                                     pertama dan kedua, yang dikenal dengan sebutan                                         pendekatan Kompleks Wilayah.

B.   Gejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, gejala geografi ada kaitan kehidupan dengan alam, dapat diamati, misal: dalam bentuk makanan sehari-hari, pakaian, rumah, jenis mata pencaharian. Pada daerah yang airnya melimpah, dan suhu udara tidak begitu dingin (sejuk), sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Diharapkan penduduk akan membudidayakan padi, pada gilirannya beras akan menjadi makanan pokok sehari-hari bagi penduduk yang bermukim di daerah tersebut.




C.   Hubungan Keruangan Aktivitas Kehidupan Manusia

Manusia yang hidup dalam masyarakat yang sudah maju, pada setiap pembuatan keputusan akan selalu mempertimbangkan dimensi keruangan. Ada dua aspek dalam dimensi keruangan, yaitu: Isi dan Jarak. Yang dimaksud dengan isi keruangan dalam geografi adalah lingkungan alam dan lingkungan sosial.
Untuk menentukan lokasi daerah perkebunan, misal: dipertimbangkan mengenai kecocokan kondisi alam tersebut. Kemudian mengenai kondisi lingkungan sosial, menyangkut keperluan tenaga kerja.
Aspek jarak meyangkut hubungan fungsional dengan tempat lain, misal: Jarak kota pelabuhan, apabila ada produksi perkebunan tersebut hendak di ekspor; ataupun kota tempat mengolah bahan mentah produksi perkebunan. Kemudian sarana dan prasarana jalan yang menghubungkan secara fungsional lokasi perkebunan dengan tempat lain, akan menentukan lokasi relatif. Lokasi relatif merupakan salah satu dasar pertimbangan dalam memilih lokasi perkebunan.

D.   Istilah Pokok dalam Geografi

1.         Lokasi
Dalam geografi pengertian lokasi mempunyai 2 (dua) makna yaitu lokasi absolut, dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi yang sudah pasti, misal: Lokasi suatu objek di permukaan bumi, ditentukan dengan sistem koordinat garis lintang dan garis bujur. Lokasi tersebut sudah mutlak tidak akan berubah angka-angka koordinat.
Lokasi relatif mempunyai sifat dinamik, nilai atau peran yang terdekat dalam objek tinggi rendah ditentukan oleh objek atau objek-objek lain yang ada kaitan dengan objek pertama yang menjadi titik perhatian. Peran atau nilai suatu objek atas dasar lokasi dapat berubah-ubah disebabkan perubahan situasi di luar yang mempunyai kaitan dengan objek tadi.

2.         Jarak
Nilai sesuatu objek ditinjau dari lokasi relatifnya ditentukan oleh jarak terhadap objek atau objek lain yang mempunyai hubungan fungsional. Jarak mempunyai 3 (tiga) dimensi ukuran:
Pertama  : Jarak geometric dengan satuan ukuran kilometer, mil, yard,                                  dan lainnya
Kedua     : Jarak diukur dari dimensi waktu, yaitu menit, jam, hari,                            minggu dan lainnya
Ketiga     : Jarak diukur dari dimensi ekonomi yaitu biaya yang diperlukan                           untuk memindahkan barang perkesatuan volume atau berat.



3.         Wilayah
Wilayah dapat diartikan sebagai bagian dari permukaan bumi yang mempunyai keseragaman atas dasar ciri-ciri tertentu baik yang bersifat fisik maupun sosial. Ciri yang dimaksud, misal: iklim, topografi, jenis tanah, kebudayaan, bahasa, ras dan lainnya.

4.         Ruang
Pengertian ruang, bahasa Inggris “space” dalam arti luas adalah seluruh permukaan bumi yang merupakan lapisan atmosfera, biosfera, tempat hidup tetumbuhan, hewan dan manusia. Dalam arti sempit ruang dapat diartikan sama dengan wilayah yang mempunyai batas-batas tertentu baik keadaan alam, social, pemerintahan.
Ruang memuat 2 (dua) dimensi yaitu Isi dan Jarak. Dimensi ini menyangkut lingkungan alam dan lingkungan social sedangkan dimensi jarak dapat dibedakan menjadi jarak geometric, jarak waktu, dan jarak ekonomi.

5.         Aksesibilitas
Aksesibilitas adalah derajat atau tingkat kemudahan suatu lokasi untuk dapat dicapai dari lokasi atau tempat lokasi lain.

6.         Rangkuman
Geografi dapat dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan mengenai perbedaan dan persamaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dengan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan.
Objek studi geografi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu: objek material dan objek formal. Objek material adalah sasaran penyelidikan, dan dalam praktek mempunyai sasaran yang sama dengan ilmu-ilmu pengetahuan lain. Objek formal merupakan cara pendekatan dalam penyelidikan terdiri dari tiga macam, yaitu: pendekatan keruangan, pendekatan lingkungan dan pendekatan kompleks wilayah.
Gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari dapat diamati dalam hubungan manusia dengan lingkungan dalam hubungan keruangan aktivitas kehidupan manusia, dan peran geografi dalam perencanaan. Hubungan manusia dengan lingkungan, dapat diamati, misalnya, makanan pokok sehari-hari, cara berpakaian, bentuk rumah, jenis mata pencaharian. Hubungan keruangan aktivitas kehidupan manusia dapat diamati pada cara manusia membuat keputusan. Adapun peran geografi secara nyata dapat diamati khususnya dalam konteks perencanaan pengembangan wilayah baik pada penyediaan berbagai macam data melalui sistem informasi geografi, analisis, maupun evaluasinya.
Pengertian lokasi mempunyai 2 (dua) makna yaitu: makna Absolut dan Relatif.
Ada 3 (tiga) dimensi utama mengenai jarak, yaitu jarak geometric, jarak waktu tempuh, dan jarak ekonomi.
Aksesibilitas adalah derajat atau tingkat kemudahan suatu lokasi untuk dapat dicapai dari lokasi atau lokasi-lokasi lain.
Wilayah adalah bagian dari permukaan bumi yang dapat dibedakan dengan bagian permukaan bumi yang lain atas dasar keseragaman, fungsi atau gabungan dari keduanya.
Arti luas ruang atau “space” adalah seluruh permukaan bumi yang merupakan lapisan biosfera, tempat hidup tetumbuhan, hewan dan manusia.

E.   Ciri Analisis Geografi

Geosfer adalah sistem bumi yang merupakan hasil hubungan timbal-balik (interrelasi), saling pengaruh (interaksi) dan saling ketergantungan (interdependensi) antara atmosfer (lapisan udara), hidrosfer (air di bumi/daur hidrologi), litosfer (lapisan kulit bumi termasuk tanah/pedosfer) dan biosfer (kehidupan di bumi manusia/antroposfer).

                        Bagan Geosfer

F.    Pendekatan Geografi Modern

Ciri dalam geografi terpadu (integrated geography) yaitu menggunakan bermacam pendekatan (approach) yaitu pendekatan analisis keruangan (spatial analysis), pendekatan analisis ekologi (ecology analysis) dan pendekatan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis).



1.         Pendekatan Keruangan
Dalam analisis keruangan dapat dikumpulkan data lokasi yang terdiri dari :
-        Data titik (point data) – data ketinggian tempat, data sampel batuan, data jenis tanah, dan data lainnya.
-        Data bidang (areal data) – data luas hutan, data luas daerah pertanian, data luas pandang alang-alang dan luas daerah lainnya.

a.           Teori Difusi
Teori difusi dalam ilmu geografi merupakan karya seorang geograf Swedia bernama TORSTEN HAGERSTRAND.
Difusi artinya pemencaran, penyebaran, dan penjalaran seperti:
-    Penyebaran berita melalui mulut ke mulut
-    Penyebaran penyakit dari daerah satu ke daerah lain
-    Penyebaran kebudayaan dari satu suku ke suku lain
Dalam geografi, difusi mempunyai arti:
Pertama  : Difusi Ekspansi (expansion diffusion) yaitu suatu proses                       penjalaran dan penyebaran suatu informasi, material yang                   menjalar melalui suatu populasi dari suatu daerah ke daerah                       lain.
Contoh dari difusi ekspansi misalnya seorang atau beberapa orang menanam tanaman coklat dalam suatu desa, kemudian akibat dari keberhasilannya diikuti penduduk lain yang masih satu desa.
Difusi ekspansi dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu:
1.      Difusi menjalar (contagious diffusion)
2.      Difusi kaskade (cascade diffusion)
Difusi menjalar (contagious diffusion): proses penjalarannya terjadi melalui kontak langsung antara manusia (manusia – manusia) dan daerah (daerah – daerah).
Difusi kaskade (cascade diffusion) proses penjalaran fenomena, informasi dan material melalui beberapa tingkatan atau hirarkhi. Difusi kaskade ini merupakan proses difusi pembaharuan (diffusion of innovation) yang dimulai dari kota besar kemudian tertular mencapai ke daerah pedesaan. Proses difusi kaskade selalu dimulai dari tingkat paling atas kemudian menjalar sampai ke tingkat paling bawah. Oleh karena itu difusi kaskade dapat juga disebut difusi hirarkhi (hirarchie diffusion).
Kedua     : Difusi Penampungan (Relocation Diffusion) terjadi akibat          dari proses yang sama dengan penyebaran keruangan. Fenomena, informasi dan material didifusikan meninggalkan daerah lama (asal) membentuk (berkembang) di daerah lain (daerah baru) yang semula tidak diketahui (tidak dikenal). Artinya anggota populasi pada waktu tertentu berpindah ke daerah baru meninggalkan daerah asal dan kemudian ditampung di daerah yang baru.

2.    Pendekatan Ekologi
Ekologi berasal dari kata Yunani; artinya eco = rumah; rumah tangga. Studi tentang interaksi antar organisme hidup dengan lingkungannya disebut ekologi.
a.           Teori Ekosistem
Masyarakat kelompok organism hidup beserta lingkungan hidupnya merupakan suatu kesatuan yang disebut ekosistem. Ekosistem terbagi ke dalam 2 (dua) bagian yaitu:
Pertama    : bagian yang hidup disebut biotik – organisme hidup.
Kedua      : bagian yang tidak hidup disebut abiotik bagian dari bumi                      yang terdiri dari:
1.      Litosfer – padat – misal: batu-batuan
2.      Hidrosfer – cair – misal: air sungai, air dalam tanah, danau
3.      Atmosfer – gas – misal: uap air di udara, udara/angin


Bagan Ekosistem



b.             Komponen Ekosistem
Ada 3 (tiga) komponen dari ekosistem yaitu:
Pertama    : Air – merupakan komponen alamiah yang sangat penting
Kedua      : Litosfer – bagian padat. Litosfer dapat digolongkan menjadi 3                        (tiga) aspek : batuan – sedimen – tanah
Ketiga      : Atmosfer – mempunyai ketebalan ± 1000\km yang dibagi                               dalam 4 (empat) yaitu : troposfer – stratosfer – mesosfer –                               termosfer

c.              Teori Lingkungan
Lingkungan hidup manusia dapat digolongkan dalam 3 (tiga) kelompok yaitu:
1.      Lingkungan fisikal (Physical environment) – segala sesuatu di sekitar manusia yang berbentuk mati (tidak hidup) seperti pegunungan, udara, sungai, sinar matahari dan lainnya
2.      Lingkungan biologi (Biological environment) – segala sesuatu di sekitar manusia yang berupa organisme hidup selain manusia itu sendiri seperti hewan, tetumbuhan dan lainnya
3.      Lingkungan sosial (social environment) – segala sesuatu berupa perilaku seperti sikap kejujuran manusia, sikap sosial, sikap kerohanian, sikap kemasyarakatan dan lainnya

3.    Pendekatan Kompleks Wilayah
Analisis keruangan dan analisis ekologi bila dikombinasikan menjadi analisis kompleks wilayah. Pendekatan analisis kompleks wilayah dikenal dengan areal differential yaitu suatu interaksi antar wilayah dengan wilayah lain.

Dasar-dasar Geografi


BAB I. PENDAHULUAN
A.   Pengertian dan Hakekat

Beberapa Defenisi Geografi

Geografi berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti, beraturan dan rasional tentang sifat variable dari permukaan bumi. – R.Harsthorne

Geografi berkepentingan memberikan kepada manusia deskripsi yang teratur tentang bumi … (bagaimanapun juga) penekanan mutakhirnya diutamakan pada geografi sebagai studi mengenai organisasi keruangan yang dinyatakan sebagai pola-pola dan proses-proses. E.J.Taaffe

Geografi adalah ilmu pengetahuan mengenai perbedaan dan persamaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dengan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan. – hasil Seminar para pakar Geografi Indonesia di Semarang

      Geografi sebagai pengetahuan tentang bumi sudah mulai dikembangkan sejak Yunani Kuno, atau sejak manusia menempati beberapa bagian dari bumi. Sebagai pengetahuan, geografi umurnya relatif sudah sangat tua yaitu sejak seorang Yunani yang pertama bernama ANAXIMANDROS (tahun 550sM) mulai melangkah membuat peta bumi, kemudian HERODOTUS (tahun 400sM) dengan pembuatan peta daerah-daerah sekitar Laut Tengah sebagai daerah jelajahan-nya. Kegiatan pembuatan peta mencapai puncak dengan menghasilkan sebuah peta menggambarkan benua Asia, Eropa dan Afrika oleh PTOLOMEUS (tahun 150M).


1.      Filsofi dan Konsep Dasar
a.      Ruang Lingkup dan Ilmu Penunjang Geografi
Ruang lingkup pelajaran Geografi meliputi semua gejala, Fenomena di muka bumi baik yang bersifat alamiah maupun sosial, termasuk proses yang mengakibatkan timbulnya fenomena itu.









b.      Geografi sebagai Fasilitas dalam Perencanaan Pembangunan Wilayah
Bangsa Indonesia melalui Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) menentukan arah Pembangunan Jangka Panjang dengan periode waktu 25 tahun, terbagi menjadi pembangunan jangka menengah yakni lima tahunan, dikenal dengan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN- sebelum Era Reformasi).
Garis-garis Besar Haluan Negara dijabarkan Pemerintah dalam bentuk Rencana Pembangunan Lima Tahunan (REPELITA) yang berlaku secara nasional. REPELITA kemudian dijabarkan lagi dari masing-masing Provinsi dan kemudian Kabupaten menjadi Rencana Pembangunan Lima Tahun Daerah (REPELITADA). REPELITADA pada dasarnya merupakan Perencanaan Pembangunan atau Pengembangan Wilayah. Berbagai informasi atau data baik fisik maupun sosial diperlukan dalam rangka penyusunan REPELITADA. Disinilah peranan geografi dalam perencanaan pembangunan wilayah terutama dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG)

Geografi sebagai Ilmu Sosial – Dari Ilmu Bumi ke Geografi

Ilmu Bumi lebih cocok untuk geologi (dari kata Yunani geos = bumi dan logos = ilmu) yaitu suatu pengetahuan alam yang mempelajari bumi seutuhnya dan kulit luar sampai inti, tanpa memperhatikan hubungan bumi secara khusus dengan manusia penghuninya.
Geografi menelaah bumi dalam hubungannya dengan manusia, artinya geografi sebenarnya adalah uraian (graphein artinya menguraikan atau melukiskan) tentang bumi (geos) dengan segenap isinya yakni manusia yang kemudian ditambah lagi dengan hewan dan dunia tetumbuhan.

Pengajaran Geografi Lama dan Geografi Baru

Geografi-lama
*   Mengutamakan what dan where-nya sesuatu.
*   Dalam pengajaran geografi-lama, para siswa dilatih menghafalkan nama dan lokasi sungai, gunung, kota, danau, selat, lautan dan sebagainya.

Geografi-baru
*   Mengutamakan why dan how-nya sesuatu.
*   Dalam pengajaran geografi-baru, bukan hafalan yang penting. Untuk tiap gejala alam atau gejala sosial yang terjadi atau yang sedang dibahas, seorang guru menerangkan mengapa ada gejala itu terjadi/timbul dan bagaimana sampai terjadi demikian.






Hubungan Geografi dengan Ilmu Lain

Aspek fisik dalam ilmu geografi diantaranya:
a.      Geologi adalah ilmu yang mempelajari komposisi, sejarah pembentukan dan struktur bumi, serta proses yang terjadi, termasuk bentuk kehidupan masa lalu yang pernah muncul di muka bumi.
Geologi dapat digunakan oleh para arkeolog yang sedang mempelajari atau mencari purbakala sehingga dapat memastikan umur benda tersebut disesuaikan umur tanah yang menyelimutinya.

b.      Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-brntuk permukaan bumi, proses pembentukan, dan perkembangannya yang digunakan untuk kepentingan manusia.
Geomorfologi dapat digunakan oleh para pengguna lahan, dengan melihat peta geomorfologi mereka memastikan lahan yang cocok untuk digunakan sebagai usaha pertanian atau perindustrian.

c.       Ilmu tanah. Secara umum, ilmu ini dapat dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu Pedologi dan Edaphologi.
Pedologi adalah ilmu tanah yang mempelajari tanah sebagai suatu bagian alam yang berada dipermukaan kulit bumi yang menekankan hubungan antara tanah itu sendiri dengan faktor pembentuknya.
Edaphologi adalah ilmu tanah yang mempelajari tanah sebagai alat produksi pertanian, yang menekankan hubungan antara tanah dan tanaman.

d.      Hidrologi adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan air di bumi.
Hidrologi dapat digunakan untuk membantu pemilihan penyebaran pencairan air bersih.

e.       Oseanografi adalah ilmu pengetahuan dan studi eksplorasi mengenai lautan serta semua aspek yang terdapat didalamnya.
Oseanografi dapat digunakan para penjelajah samudera untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kapal karam.

f.       Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari keadaan cuaca.
Ilmu ini dapat digunakan oleh para nelayan supaya dapat menghindari gelombang pasang saat melaut.

g.      Klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari iklim.
Klimatologi dapat digunakan untuk penentuan masa tanam dan panen bagi petani.






Aspek nonfisik atau sosial dalam ilmu geografi diantaranya:
a.      Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari organisme dalam ruangan waktu serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan membatasi atau menentukan pola persebaran jenis organisme.

b.      Demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan perubahan-perubahan penduduk, yaitu yang berhubungan dengan kelahiran, kematian, kepadatan, perpindahan, dan persebaran penduduk.

c.       Antropologi adalah ilmu pengetahuan tentang manusia, baik fisik maupun kebudayaannya.

d.      Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat termasuk proses-proses sosial dan perubahan sosial.

e.       Ilmu Politik adalah kegiatan suatu Negara yang berhubungan dengan proses untuk menentukan tujuan-tujuan yang telah dipilihnya dalam rangka mencapai tujuan yang akan dicapai oleh negara itu sendiri.

f.       Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran serta gejala-gejalanya dan hubungan timbal balik dari usaha tersebut.
Selain dari aspek fisik dan sosial, ilmu pendukung mempelajari geografi adalah cabang geografi teknik dan ilmu pendukungnya, yaitu:
a.      Kartografi adalah ilmu dan seni menggambarkan permukaan bumi pada permukaan datar dengan menyajikan data hasil pengukuran dan pengumpulan data gejala permukaan bumi sehingga informasi pada peta mudah dibaca, dimengerti, dan ditafsirkan sesuai dengan maksud dan tujuannya.

b.      Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi mengenai objek dan daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek daerah atau gejala yang dikaji.

c.       Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah teknik geografi untuk menyajikan sejumlah peta tematik melalui basis komputer sehingga menghasilkan informasi baru dalam setiap produk dan analisisnya.