Laman

Sabtu, 08 Oktober 2011

STRUKTUR, PERKEMBANGAN DAN ALIRAN-ALIRAN DALAM GEOGRAFI


STRUKTUR, PERKEMBANGAN DAN ALIRAN-ALIRAN DALAM GEOGRAFI
A.     Struktur Geografi

Rhoad Murphey dalam buku “The Scope of Geografi” mengemukakan tiga pokok ruang kajian geografi.
a.       Persebaran dan keterbatasan penduduk di permukaan bumi dengan sejumlah aspek-aspek keruangan serta tata cara manusia memanfaatkannya
b.      Hubungan timbale balik antara manusia dan lingkungan manusia sebagai bagian studi keanekaragaman wilayah
c.       Kajian terhadap region atau wilayah secara komprehensif dan terpadu antar unsur-unsur

B.      Perkembangan Geografi

1.        Geografi di Zaman Kuno, Abad Pertengahan dan Renaisans

a)        Geografi di Zaman Yunani dan Romawi
Tokoh HERODOTUS (485-428 SM) selain “bapak ilmu sejarah”, juga sebagai “bapak ilmu geografi”. Ia menguraikan seluk-beluk keadaan tempat-tempat (dinamakan topografi) dan ia juga menerangkan mengapa halnya demikian sampai terjadi. Sebagai contoh dikemukakannya lembah Sungai Nil dengan tanah yang subur, apalagi daerah deltanya di sekitar muara itu sampai terjadi.
THALES (  ±580 sM) sudah memastikan bentuk bumi ini seperti bola bahkan ERATOSTHENES (±176-194sM) telah mengkalkulasikan ukuran panjang jari-jari bola bumi ke kutub Utara – kutub Selatan – Khatulistiwa dengan teliti. Begitu juga susunan jaringan garis lintang dan garis bujur bola bumi untuk menyatakan lokasi lautan, negeri, gunung, sungai dan kota.
Pengetahuan geografi dari bangsa Yunani ini kemudian diwariskan kepada bangsa Romawi kemudian berkembang lebih lanjut. Lahirnya geografi kuno dengan tokoh STRABO (64-20sM) yang menulis buku berjudul: Geographia – berisi uraian tentang dunia ini yang didiami manusia (istilah dalam bahasa Yunani Oikumene). Tokoh CLAUDIUS PTOLOMEUS (150sM) mengkonstruksikan berbagai peta serta lokasi tempat. Tokoh lain lagi POSIDONIUS (±100sM), berusaha dengan lebih cermat mengukur keliling bumi disbanding ERATOTHENES.

b)       Abad Pertengahan: Geografi Arab dan Eropa
Geografi umum dimaksud BERNHARDUS VARENIUS mencakup tiga bagian:
1)        Bagian terrestrial yakni pengetahuan tentang bumi sebagai keseluruhan, bentuk dan ukurannya
2)        Bagian falakiah yang membicarakan relasi dengan bintang-bintang lain sehingga dari sini muncul kosmografi
3)        Bagian komperatif yang menyajikan deskripsi lengkap mengenai bumi, letak relative dari tempat-tempat di permukaan bumi dan prinsip-prinsip dari pelayaran di lautan.
           
Geografi khusus terbagi atas tiga bagian:
1)        Aspek langit membicarakan iklim
2)        Aspek permukaan bumi atau lithosfera menyajikan relief, vegetasi, fauna di berbagai negeri
3)        Aspek manusia membicarakan berbagai penduduk, perniagaan dan pemerintahan di berbagai negeri.

2.        Awal Geografi Modern Abad ke-18

1.      IMMANUEL KANT
Menurut Immanuel Kant, semua pengetahuan dapat dikategorikan 3 (tiga) kelompok yaitu:
1)             Ilmu-ilmu sistematis  : misalnya biologi – tetumbuhan; geologi – kulit                                              bumi;
2)             Ilmu-ilmu histories    : misalnya fakta-fakta dalam relasinya dengan                                                 waktu, sejarah, pra-sejarah, sejarah geologi
3)             Ilmu-ilmu geografis  : misalnya benda-benda atau gejala-gejalayang                                                tersebar di dalam ruang; geografi dan kosmografi

Geografi fisis menyajikan sejarah permukaan bumi sehingga diperoleh uraian aspek lain dari geografi, menurut KANT ada 5 (lima) yaitu:
1)             Geografi matematis – mengkaji bentuk, ukuran dan perputaran bumi serta posisi dalam sistem matahari. (seperti keadaan iklim)
2)             Geografi moral/perilaku – mengkaji berbagai adat kebiasaan dan tabiat manusia di berbagai negeri (seperti tingkah laku manusia)
3)             Geografi politik – mengkaji relasi antara unit-unit politis, latar belakang alamnya masing-masing (seperti dasar Negara)
4)             Geografi perniagaan – mengkaji mengapa negeri tertentu memiliki komoditi khusus sehingga terlibat dalam perniagaan dunia (seperti minyak bumi. Tembakau Deli)
5)             Geografi theologies – mengkaji sejauh mana latar belakang alam menjadikan bentuk-bentuk ibadat lahiriah yang berlainan di berbagai negeri, walaupun agama sama (seperti tata ibadah)

2.      HUMBOLDT
Karya geograf Jerman ALEXANDER von HUMBOLDT (1769-1859) berjudul Flora Fribergensis membuat batasan di antara ilmu-ilmu pengetahuan menjadi 3 (tiga) golongan yaitu:
1)             Physiographie – tentang ilmu-ilmu alamiah yang sistematis
2)             Naturgeschichte – tentang sejarah alam dengan penekanan pada                                                perkembangan segala hal dalam waktu
3)             Geognesie oder Weltbeschreibung – tentang bumi atau dunia yang                                            membahas persebaran spatial

3.      CARL RITTER
Geograf Jerman bernama CARL RITTER (1779-1859) ini seorang yang bertaqwa, sehingga fahamnya bahwa Tuhan telah menciptakan bumi sebagai suatu sekolah latihan bagi umat manusia sehingga dari taraf kehidupan yang liar (barbar) manusia mampu meningkatkan diri menjadi manusia yang luhur secara spiritual.

3.    Sejarah Pertumbuhan geografi dan Perkembangan Wawasan
1.   Geografi dalam Abad ke-19
Pembukaan daerah-daerah baru di Amerika Serikat mendorong untuk meneliti arti lingkungan alam dan sumberdaya alam di pemukiman-pemukiman baru. Tokoh-tokohnya adalah Mayor POWELL (1834-1902) dan MARSH (1801-1882) menghendaki tehnik pengawetan sumber daya alam. Tujuannya untuk mencari sejauh mana pengaruh kondisi alam luar mempengaruhi kehidupan social manusia dan juga kemajuan social.
Anthropogeografi dari RATZEL (1844-1904)
FRIEDRICH RATZEL (geograf Jerman) sebagai tokoh yang mengkaji tentang pengaruh lingkungan fisis atas kehidupan manusia, sehingga muncul bukunya berjudul Anthropogeographie (1882) yang membahas: manusia adalah ciptaan alam belaka dengan cara yang sesuai dengan faham adaptasi manusia dan kemampuannya (faham DARWIN).
2.   Geografi dalam Abad ke-20
a.   Pendekatan Sosial Budaya
Ciri geografi abad ke-20 pendekatannya bercorak sosial-budaya disebut Human Geography atau Anthropogeography (akhir abad 19). Muncul pendekatan human geography atau pendekatan anthropogeography sebagai reaksi terhadap dominasi geografi alam. Topik dalam geografi alam missal: iklim – relief – selalu dikaitkan dengan kehidupan manusia, sehingga geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia.
b.    Geografi Budaya
CARL SUER (geograf Amerika, 1889-1975) tokoh geografi budaya (cultural geography) meletakkan dasar geografi budaya. Penekanan perhatian para geograf pada cirri budaya dari masyarakat disebut Cultural Geography dengan topik seperti bentuk pemukiman (desa, kota), tipe rumah, sebaran agama, bahasa, teknologi, ternak, dan tanaman, semuanya ini merupakan culture features (bentang budaya).

c.         Geografi Agama
Geografi Agama sebagai cabang dari geografi, muncul dalam abad  ke-20. Dalam tulisan JONGENEEL (1975): Ilmu Agama dan Theologi Kristen – bahwa tokoh geografi agama yaitu P.DEFFONTAINES – menulis Geograpie et religions dan D.E.SOPHER – menulis Geography of religion.
 P.DEFFONTAINES menegaskan 5 (lima) pokok perihal geografi agama yaitu:
-       Agama dan geografi : tempat kediaman bagi orang-orang yang masih hidup; bagi orang mati; bagi dewa-dewa
-       Agama dan penduduk : pengaruh agama atas daerah dan sejarah penduduk; agama dan macam-macamnya penduduk; agama dan kota-kota; agama dan demografi
-       Agama dan eksploitasi : agama dan pertanian; peranan faktor-faktor agamawi dalam peternakan; agama dan industry; korban-korban persembahan dan kondisi geografi daerah
-       Agama dan jenis-jenis kehidupan : agama dan makanan; agama dan pekerjaan sehari-hari; kalender; jenis-jenis tata kerja pelayanan pemimpin agama
d.        Geografi Ekonomi
Geografi ekonomi memperbincangkan hal-hal yang berhubungan dengan eksploitasi dari sumber daya alam dari bumi yang dilakukan manusia, produksi dan komoditi (bahan mentah, bahan pangan, bahan produksi) kemudian usaha transportasi, distribusi dan konsumsi.
e.       Geografi Marxisme
Marxisme menganut faham faktor-faktor dominan yang dapat mengubah manusia adalah organisasi social, sehingga mereka menolak geografi manusia.
Menurut CLARKE (geograf Rusia), geografi kependudukan : aspek-aspek produktif dari penduduk paling penting dalam menentukan persebaran penduduk, dan karena itu geografi kependudukan harus masuk ke dalam konsep kajian geografi ekonomi.
Geograf Rusia MELEZIN, mendefenisikan geografi kependudukan : suatu telaah atas sebaran penduduk atau relasi produktif yang terdapat di dalam berbagai kelompok penduduk, jaringan pemukiman dan fungsinya, manfaat serta ketepatgunaan bagi tujuan-tujuan yang produktif dan masyarakat.
POKSHISHEVSKI (geograf Rusia) membuat pernyataan terhadap defenisi geografi menurut geograf Rusia MELEZIN sebagai berikut :
a.       Tipe ekonomi yang menentukan watak, suku, bentuk suatu pemukiman
b.      Sebaran dan organisasi teristorial dari produk menentukan segala pernyataan dari kondisi alam dan pengaruhnya atas bentuk-bentuk permukaan bumi
c.       Adaptabilitas para migran terhadap suatu lingkungan geografis yang baru dipengaruhi oleh kebiasaan tata kerja dan keterampilan yang telah mereka miliki sebelumnya
d.      Situasi ekonomis-geografis dari kota-kota mempengaruhi tipe fungsi-fungsi serta pemusatannya.

3.    Arah Perkembangan Geografi Modern dan Geografi Mutakhir
ROGER MINSHULL (geograf Inggris – 1970) membahas tentang perkembangan geografi dalam kajian oleh geograf akhir-akhir ini melihat ada 3 (tiga) gejala :
Pertama    : jenis bidang khusus yang studinya bertambah – misal :                                             muncul geografi agama dan geografi penyakit sebagai                                                 spesialisasi yang baru
Kedua      : menganalisis masalah lebih menekankan pada kausalitas                                           dan hubungannya
Ketiga      : menelaah fenomena lebih diutamakan di mana fenomena                                         itu terdapat – jadi bukan bagaimana dan mengapa                                                            fenomena itu terjadi. Dengan demikian dapat diselidiki                                            lanjutan relasi antar gejala – misal : letak lahan pertanian,                                               hubungan pergedungan dengan jaringan jalan dan pasar                                           dan seterusnya

4.      Aliran-aliran Dalam Geografi
a.      Aliran Inklusionisme
     Belajar biologi – artinya mempelajari segala pembahasan masalah tentang manusia kenyataan bahwa manusia bagian dari alam. Tinjauan secara jasmaniah, manusia bagian dari bioma. Bioma adalah dunia tetumbuhan (flora) dan dunia hewan (fauna), sedang perilaku manusia ada sifat nabati (botani behaviour) dan sifat hewan (animal behavior). Faham yang menganut – manusia berada di dalam alam disebut Inklusionisme. Jadi faham inklusionisme adalah faham dari biologi.
b.      Aliran Eksklusionisme
     Belajar geografi – diperhadapkan dengan analisis masalah yang menyangkut manusia dan alam. Manusia berada di luar alam. Alam dipandang sebagai lawan maupun sebagai kawan – artinya alam dapat ditundukkan (lawan) demi mencapai kesejahteraan hidup; alam juga dapat diajak untuk menyesuaikan kemauan manusia (kawan), maupun manusia itu beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan alam. Faham yang memandang manusia dapat berdampingan dengan alam; manusia berada di luar alam disebut faham Eksklusionisme. Jadi geografi menganut faham eksklusionisme.

c.       Aliran Determinisme
     Geograf Jerman bernama FRIEDRICH RATZEL (abad 19), memperkenalkan kata determinisme alam. Faham determinisme dikembangkannya disebut ANTHROPOGEOGRAPIE. Pengertian determinisme dalam studi geografi – hidup manusia di permukaan bumi dipengaruhi dari faktor cuaca, iklim, ketersediaan air, jenis tanah, batuan, flora dan fauna.
Faham determinisme alam maupun faham determinisme geografi termasuk dalam Environmentalisme (lingkungan), karena berbagai kegiatan manusia banyak ditentukan langsung biofisis (kondisi flora dan kondisi fauna dan kondisi udara, tanah, morpologi).
d.      Aliran Possibilisme
PAUL VIDAL de La BLANCH (geograf Perancis) mengembangkan faham possibilisme. Faham possibilisme ini muncul sebagai suatu reaksi atas faham aliran geografi determinisme alam dari RATZEL. Faham possibilisme ini memperlihatkan bahwa alam tidak menentukan budaya manusia. Alam hanya sekedar menawarkan berbagai kemugkinan dan batas-batas untuk lahirnya suatu budaya, dan manusia bebas untuk memilih.
e.       Aliran Environmentalisme
JEAN BODIN (filsuf – politikus Perancis 1530-1596) mengembangkan faham environmentalisme. Faham environmentalisme tidak saja dikembangkan para geograf melainkan turut diikuti para filsuf dan politikus. Faham environmentalisme juga dikembangkan seperti MONTESQUIEU (filsuf Perancis dan tokoh Geografi agama) yang mengagumi peran topografi terhadap suatu Negara.

Rabu, 14 September 2011

Makhluk Manusia



BAB I
PENDAHULUAN


Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.










BAB II
MAKHLUK  MANUSIA
1.     Ciri-ciri Fisik
Dalam biologi, manusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi. Pembelajaran biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek psikologis serta ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan. Secara biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo ini adalah Homo sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Manusia menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai depan dapat digunakan untuk memanipulasi obyek menggunakan jari jempol (ibu jari).
ata-rata tinggi badan perempuan dewasa Amerika adalah 162 cm (64 inci) dan rata-rata berat 62 kg (137 pound). Pria umumnya lebih besar: 175 cm (69 inci) dan 78 kilogram (172 pound). Tentu saja angka tersebut hanya rata rata, bentuk fisik manusia sangat bervariasi, tergantung pada faktor tempat dan sejarah. Meskipun ukuran tubuh umumnya dipengaruhi faktor keturunan, faktor lingkungan dan kebudayaan juga dapat mempengaruhinya, seperti gizi makanan.




Anak manusia lahir setelah sembilan bulan dalam masa kandungan, dengan berat pada umumnya 3-4 kilogram (6-9 pound) dan 50-60 centimeter (20-24 inci) tingginya. Tak berdaya saat kelahiran, mereka terus bertumbuh selama beberapa tahun, umumnya mencapai kematangan seksual pada sekitar umur 12-15 tahun. Anak laki-laki masih akan terus tumbuh selama beberapa tahun setelah ini, biasanya pertumbuhan tersebut akan berhenti pada umur sekitar 18 tahun.

2.     Primat dan Manusia
Manusia telah hidup di bumi sejak 4 juta tahun yang lalu. Banyak ilmuwan mempercayai, kehidupan manusia berawal dari terpisahnya sebuah spesies hominid dari garis evolusi primata yang akan menurunkan simpanse dan gorila. Kemudian, hominid ini berkembang dan menurunkan manusia modern, Homo sapiens. Pernyataan ini dipengaruhi oleh teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Teori evolusi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pada masa lampau, beradaptasi dan mengalami perubahan bentuk bagian-bagian tubuhnya. Biasanya, proses ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Proses ini disebut evolusi.
Teori evolusi mengatakan bahwa manusia merupakan keturunan dari hominid. Hominid adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri diantara manusia dan kera. Banyak fosil-fosil hominid ini tersebar di seluruh bagian dunia. Fosil hominid tertua yang pernah ditemukan adalah Australopithecus africanus, Hominid ini ditemukan di Afrika. Australopithecus memiliki kapasitas otak sebesar 450 cc. Hominid ini sudah bisa berjalan dengan posisi tegak. Posisi tegak ini sangat penting karena, posisi ini memberikan beberapa keuntungan bagi hominid ini. Contohnya hominid ini sudah bisa melihat benda dalam jarak yang jauh dan ia sudah bisa mengangkat suatu benda dengan menggunakan  tangan.




Sekitar 2 juta tahun yang lalu, muncullah Homo habilis, spesies ini diperkirakan merupakan keturunan dari Australopithecus africanus. Homo habilis sudah memiliki kemampuan untuk membuat peralatan-peralatan kasar dari batu-batuan dan tulang hewan. Mereka bertahan hingga sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kemudian, mereka digantikan oleh Homo Erectus.
Homo erectus adalah jenis hominid yang kemungkinan besar merupakan keturunan dari Homo Habilis. Homo erectus memiliki kapasitas otak yang lebih besar daripada Homo habilis. Mereka sudah mampu membuat peralatan yang lebih halus dan rapi dari bebatuan dan tulang hewan.
Kemudian, Homo erctus menurunkan Homo Neanderthalensis. Homo Neanderthalensis hidup di gua-gua dan telah bisa mengubur orang mati. Di beberapa wilayah, mereka mampu bertahan sampai 40.000 tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka punah dan digantikan Homo sapiens, yaitu manusia modern.

Itulah yang dinyatakan oleh teori evolusi tentang sejarah kehidupan manusia. Akan tetapi, hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang telah tertulis dalam Al-Qur'an. Di dalam Al-Qur'an tertulis bahwa manusia telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun.

3.     Manusia di antara makhluk-makhluk lain
Manusia membutuhkan makhluk hidup lain serta benda benda mati, itu benar dan tak dapat dipungkiri lagi. Kelangsungan hidup manusia salah satunya sangat bergantung pada 2 hal tersebut, bilamana makhluk lain seperti tumbuh tumbuhan ulai berkurang jumlahnya maka dampak yang sangat buruk dapat terjadi. Dapat kita gambarkan seperti ini, tumbuhan dan pepohonan sangat berguna bagi manusia. Pepohonan menghasilkan oksigen yang cukup bagi manusia setiap harinya, namun apa yang manusia perbuat, seperti seenaknya menebang pohon tanpa dipilih pilih dulu, dan tanpa menanam kembali sehingga membuat kelangsungan hidup pepohonan akan hancur dan manusia sendiri akan merasakan dampaknya meskipun tak secara langsung. Sekarang saja dampak nyata dari penebangan pohon sudah terlihat seperti global warming.
Kemudian, binatang juga sangat berperan bagi kelangsungan hidup manusia. Salah satunya adalah hewan dapat dijadikan makanan dan juga hal lainnya. Namun, karena nafsu yang tak terkendali dan demi kepentingan pribadi semata, manusia tak memikirkan bahwa saat ini sudah banyak binatang yang termasuk kategori langka. Padahal keberadaan binatang tersebut sangat berguna bagi manusia. Hal ini seharusnya dapat dihindari bila saja manusia melestarikan dan mengembangbiakkan populasi binatang yang dibunuh untuk keperluan manusia.
Terakhir, benda mati mungkin bila hanya dilihat saja tidak ada yang special dan sepertinya sangat tidak berguna sama sekali. Namun, bila sudah diolah dan diproses untuk menjadi barang kebutuhan manusia benda benda mati sangat dibutuhkan oleh manusia. Sebagai contohnya ialah migas dan barang tambang. Penggunaanbahan bahan tersebut yang secara berlebihan telah membuat persediaan untuk tahun tahun kedepan menjadi menipis. Tidak ada kepedulian terhadap generasi berikutnya. Seharusnya penghematan dilakukan dan dicari alternative lain.Manusia bukan makhluk super, walaupun manusia makhluk yang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, tetapi manusia adalah makhluk yang paling lemah diantara makhluk-makhluk lainnya.

Tenaga
Bandingkan dengan gajah lebih kuat dari manusia, gajah bisa mengangkat dan mencabut pohon tanpa bantuan alat. Tenaga gajah lebih besar dari manusia.
Kecepatan Berlari
Bandingkan dengan kuda, rusa,dan burung mereka makhluk yang lebih cepat berlari ketimbang manusia.
Jarak Pandangan Mata
Bandingkan dengan burung elang yang dapat melihat mangsanya dari jarak yang jauh sambil terbang.
Bandingkan dengan burung hantu yang bisa melihat di malam gelap gulita.
Sensor Penciuman
Bandingkan dengan kucing dan anjing yang penciumannya sangat tajam dan mampu menengendus mangsanya dari jarak yang jauh.
Kecantikan warna kulit
Bandingkan dengan burung merak yang berkilauan warna bulunya dan penuh warna yang sangat artistik.
Zat yang dikeluarkan
Manusia selalu mengeluarkan zat yang bernama kotoran, bandingkan dengan lebah yang selalu mengeluarkan madu yang sangat bermanfaat.
Banyaknya keturunan
Bandingkan dengan ikan dan binatang air,  sekali bertelur mereka menghasilkan ribuan telur dan anak-anak ikan.
Itulah manusia yang sebenarnya tak ada yang patut disombongkan di dunia ini.
Manusia bisa mati karena seekor kuman yang kecil, virus (HIV/AIDS, Demam berdarah, flu burung) yang sangat kecil dan makhluk – makhluk lain yang mungkin kelihatan lemah dan kecil.
Dengan makhluk yang tidak bernyawa seperti angin, air, tanah dan api pun manusia tidak bisa melawannya. Angin jika telah menjadi angin puting beliung akan mengancam jiwa manusia.

Air jika menjadi air bah dan tsunami akan melenyapkan peradaban manusia. Tanah jika bergunjang dan longsor akan mengubur manusia, dan api jika telah berkobar membara akan menghanguskan manusia.

4.     Ras manusia
Oleh para pakar Ras Manusia disebut karakteristik luar yang diturunkan secara genetik dan membedakan satu kelompok dari kelompok lainnya.
Secara tradisional oleh para pakar dibedakan ada tiga ras utama yaitu:
  • Ras Kulit Hitam
  • Ras Kulit Putih
  • Ras Kulit Kuning
Namun setelah diteliti lebih lanjut ternyata pembagian ras manusia dapat dikategorikan secara lebih rinci lagi menjadi:
  • Ras Khoisan (orang Bushmen atau Hottentot dari Afrika Selatan)
  • Ras Australoid (orang Dravida, orang Asia Tenggara "Asli", orang Papua, dan orang Australia)
  • Ras Negroid (Kulit Hitam)
  • Ras Kaukasoid (Kulit Putih)
  • Ras Mongoloid (Kulit Putih)
Pembagian baru ini tidak hanya melihat ke warna kulit saja tetapi juga melihat aspek-aspek lainnya. Ternyata anggota "tertua" ras manusia berada di antara kaum Khoisan, mereka juga berbeda dengan kaum kulit hitam dari Afrika lainnya. Sementara itu sebenarnya hanya ada dua perbedaan utama, yaitu orang Afrika dan orang non-Afrika. Kemudian orang-orang berkulit hitam di daerah Asia Tenggara yang pada zaman dahulu kala mendiami seluruh India Selatan, Asia Tenggara sampai ke Australia, ternyata setelah DNA-nya diteliti lebih mirip dengan orang dari ras Mongoloid daripada Negroid, meski banyak yang berambut keriting dan berkulit hitam. Kesimpulan yang bisa ditarik ialah hanya bahwa pengetahuan kita mengenai ras manusia masih diliputi banyak ketidak jelasan.



BAB III
KESIMPULAN
1.      Ciri-ciri fisik
-          Dari segi biologi, seorang pria lebih tinggi dan lebih berat dari wanita
-          Factor-faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh
a.      Keturunan
b.      Lingkungan
c.       Kebudayaan
2.      Cirri-ciri Mental
Manusia dapat mengenali minuman, gambar, dan warna,serta dapat meneladani sifat.
3.      Ras
Ras yang terdapat didunia ada 5, yaitu :
-          Khoisan
-          Australoid
-          Negroid
-          Kaukasoid
-          Mongoloid
4.      Primat dan Manusia
Manusia lebih lemah dibandingkan makhluk hidup lainnya tetapi dengan pemikiran dan akal yang diberikan tuhan pada manusia , manusia bias menjadi makhluk yang lebih kuat dan pintar dibandingkan dengan hewan.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Butzer, K.W. et al. (1974) “Rethinking Human Evolution”, dalam: Current Antropology, XV: hlm. 367-326

Kamis, 09 September 2010

novidayennygeografi: kontrak kuliah penduduk /demografi

novidayennygeografi: kontrak kuliah penduduk /demografi: "KONTRAK KULIAHNama Mata Kuliah : Geograi Penduduk Dan DemografiKode Matakuliah : Geo.4038Semester / T.A ..."

novidayennygeografi: GEOGRAFI PENDUDUK DAN DEMOGRAFI

novidayennygeografi: GEOGRAFI PENDUDUK DAN DEMOGRAFI: "Apa perbedaan yang mendasar dari geografi penduduk dan demografi ( menjawab pertanyaan Mardimpu sihombing C reg ): Geografi penduduk merupak..."

Senin, 02 Agustus 2010

Jumat, 16 Juli 2010

Jangan Menyerah

Hy kwan,
knpa wjahmu murung sekali?
ak tw hal yg kau rsakn.
sakit memang rsa.a.
Tp,
apakh kau mw trs bgni?
apakh kau msh ingn brlarut dlm ksdihan?

tmn,
apakah kau sdar arti dri kegagalan?
Kegagalan adalah ksuksesan yg trtunda.
Sdarkah kau?

ayolah tmn,
khidupan msh pnjg.
Wktu trs brputar.
ayolah bgn,
Sdkit lg kau akn meraih kberhasilan itu.

dsna..
Kau hmpir smpai ke gerbang itu.
kau Lihat?
gerbang kberhsilan itu trbuka bwt mu.
Pngalaman yg mnuntun mu agar kau bsa smpai d gerbang itu.
Berjuang L tmn.
Doa Q sllu mnyertaimu.
Tuhan besertamu.

Kamis, 01 Juli 2010

Jika Pesona Cinta Melelahkanmu

Lupakan gelisah d hatimu,
Kuatkan lngkhmu,
obati lukamu,
Lihatlah ke depan.
Hari msih pnjng & wktu trus brjln.
Esok mentari kan terbit mnghangatkn hatimu.
Dan langit kan brtabur bintang mnemani tidurmu.

Pjamkan matamu,
Buang bebanmu,
Lepaskan sepimu,
Lihat di sekelilingmu.
Percayalah,
psti ada yg akan merindukanmu.
Rndu utk mlihat snyum & tawamu.

Tersenyumlah tmn.
Temukanlah cinta.